Tags

Berbagi di:

Pernahkah Anda membeli sesuatu karena kemasannya? Atau menyukai barang karena tampilan grafis suatu kemasan dan langsung membelinya tanpa memperdulikan kwalitas isinya?

Mungkin karena pada dasarnya kita sering menilai sesuatu pada tampilan luarnya. Mungkin kita sebaiknya bertanya pada ego kita sendiri. Kesan apa yang ingin orang lain lihat dari kita? Maka barulah mungkin akan masuk akal mengapa kita suka pada hal-hal tertentu.

Mengapa brand yang ini dan bukan yang lain?

Kemungkinan karena di dalam sebuah brand terselip potongan-potongan kepribadian yang dipaketkan menjadi satu. Maka logikanya mereka yang minum Coca-Cola adalah mereka yang berkepribadian beda dengan orang yang minum Pepsi dan seterusnya.

 Brand yang menciptakan kita atau sebaliknya?

Mungkin karena indera kita memang dilatih dan ditambah dengan bakat yang diberikan oleh Sang Pencipta, maka logikanya kita adalah mahluk yang sensitif terhadap citra dan label.

Bagaimanakah kita mengenal brand? Dari logonya?

Sebuah citra visual atau tanda mewakili entitas sebuah produk perusahaan atau bahkan seseorang, sebuah simbol yang secara visual mengkomunikasikan nilai atau perilaku tersendiri. Logo bagaikan wajah, kalau tersenyum berarti mengkomunikasikan kebahagiaan dan begitu juga halnya ekspresi lain akan mengkomunikasikan hal lain lagi.

Mengapa kita rata-rata brand minded?

Benda-benda yang memiliki brand lebih gampang kita identifikasikan, lebih gampang dipasangkan dalam puzle di benak kita ketimbang yang tidak.  Kita juga menyukai barang-barang unik atau lucu dengan berbagai tingkat toleransi daya tahan dan kualitasnya, dan sering kali benda-benda tersebut mempunyai brand tertentu.

Bagaimana pendapat Anda, benarkah semua orang brand minded?


Beritahu saya bila terdapat artikel atau foto terbaru

Beritahu kolega Anda